MADINA /NABAWI

 

20160330_132621


20160330_182225

20160330_132908

Salah satu peninggalan sejarah kehidupan makhluk paling mulia Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang masih dan akan terus disaksikan oleh dunia adalah Masjid yang beliau bangun di kota madinah yang kita kenal dengan nama Masjid Nabawi. Masjid Nabawi yang saat ini kita lihat berdiri begitu megah dahulunya hanyalah sebuah bangunan sederhana. Bagaimana kisah selengkapnya dari perjalanan panjang sejarah masjid ini, mari kita simak bersama


madina _ masjid nabawi

20160330_131147

DALAM MASJID NABAWI

Pembangunan Masjid

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun Masjid Nabawi pada bulan Raibul Awal di awal-awal hijarahnya ke Madinah. Pada saat itu panjang masjid adalah 70 hasta dan lebarnya 60 hasta atau panjangnya 35 m dan lebar 30 m. Kala itu Masjid Nabawi sangat sederhana, kita akan sulit membayangkan keadaannya apabila melihat bangunannya yang megah saat ini. Lantai masjid adalah tanah yang berbatu, atapnya pelepah kurma, dan terdapat tiga pintu, sementara sekarang sangat besar dan megah.


madina 21.j3

Area yang hendak dibangun Masjid Nabawi saat itu terdapat bangunan yang dimiliki oleh Bani Najjar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Bani Najjar, “Wahai Bani Najjar, berilah harga bangunan kalian ini?” Orang-orang Bani Najjar menjawab, “Tidak, demi Allah. Kami tidak akan meminta harga untuk bangunan ini kecuali hanya kepada Allah.” Bani Najjar dengan suka rela mewakafkan bangunan dan tanah mereka untuk pembangunan Masjid Nabawi dan mereka berharap pahala dari sisi Allah atas amalan mereka tersebut.

RAUDAH

RAUDAH.Raudhah terletak di antara mimbar dengan makam (dahulu rumah) Rasulullah ianya betul-betul bersebelahan dengan Masjid Nabijarak rumah nabi dengan masjid hanyalah bersebelahan dan di antara ruang itulah digelar Raudhah Ibn Hajar Al-Asqalani dan Imam Nawawi mengatakan bahawa di situ tempat seharusnya diperbanyakkan doa dan untuk makluman korang, tempat ini diberikan nama Raudhah oleh Rasulullah sendiri

Anas bin Malik yang meriwayatkan hadis ini menuturkan, “Saat itu di area pembangunan terdapat kuburan orang-orang musyrik, puing-puing bangunan, dan pohon kurma. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memindahkan mayat di makam tersebut, meratakan puing-puing, dan menebang pohon kurma.”


madina 21

Pada tahun 7 H, jumlah umat Islam semakin banyak, dan masjid menjadi penuh, Nabi pun mengambil kebijakan memperluas Masjid Nabawi. Beliau tambahkan masing-masing 20 hasta untuk panjang dan lebar masjid. Utsman bin Affan adalah orang yang menanggung biaya pembebasan tanah untuk perluasan masjid saat itu. Peristiwa ini terjadi sepulangnya beliau dari Perang Khaibar.

Pintu utama masuk ke raudah

pintu utama masuk ke Raudah

Masjid Nabawi adalah masjid yang dibangun dengan landasan ketakwaan. Di antara keutamaan masjid ini adalah dilipatgandakannya pahala shalat di dalamnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

“Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1000 kali shalat di masjid selainnya, kecuali Masjid al-Haram.” (HR. Bukhari dan Muslim)


madina


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي

“Antara rumahku dan mimbarku ada taman dari taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Awalnya Nabi berkhutbah di atas potongan pohon kurma kemudian para sahabat membuatkan beliau mimbar, sejak saat itu beliau selalu berkhutbah di atas mimbar. Dari Jabir radhiallahu ‘anhu bahwa dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat khutbah Jumat berdiri di atas potongan pohon kurma, lalu ada seorang perempuan atau laki-laki Anshar mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, bolehkah kami membuatkanmu mimbar?’  Nabi menjawab, ‘Jika kalian mau (silahkan)’. Maka para sahabat membuatkan beliau mimbar. Pada Jumat berikutnya, beliau pun naik ke atas mimbarnya, terdengarlah suara tangisan (merengek) pohon kurma seperti tangisan anak kecil, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendekapnya. Pohon it uterus ‘merengek’ layaknya anak kecil. Rasulullah mengatakan, ‘Ia menagis karena kehilangan dzikir-dzikir yang dulunya disebut di atasnya’.” (HR. Bukhari)


masjidil haram

Raudhah adalah suatu tempat di Masjid Nabawi yang terletak antara mimbar beliau dengan kamar (rumah) beliau. Rasulullah menerangkan tentang keutamaan raudhah,

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي قال: “مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ، وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman-taman surga. Dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. Bukhari).

Jarak antara mimbar dan rumah Nabi adalah 53 hasta atau sekitar 26,5 m.

20160330_191030_1_bestshot

Shufah Masjid Nabawi

Setelah kiblat berpindah (dari Masjid al-Aqsha mengarah ke Ka’baj di Masjid al-Haram). Rasulullah mengajak pa Masjid Nabawi, Kiblat Mekah

sahabatnya membangun atap masjid sebagai pelindung bagi para sahabat yang tinggal di Masjid Nabawi. Mereka adalah orang-orang yang hijrah dari berbagai penjuru negeri menuju Madinah untuk memeluk Islam akan tetapi mereka tidak memiliki kerabat di Madinah untuk tinggal disana dan belum memiliki kemampuan finasial untuk membangun rumah sendiri. Mereka ini dikenal dengan ash-habu shufah.

Rumah Nabi

Mungkin kata rumah terlalu berlebihan untuk menggambarkan kediaman Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, karenanya lebih tepat kalau kita sebut dengan istilah kamar. Kamar Nabi yang berdekatan dengan Masjid Nabawi adalah kamar beliau bersama ibunda Aisyah radhiallahu ‘anha. Nabi Muhammad dimakamkan di sini, karena beliau wafat di kamar Aisyah, kemudian Abu Bakar radhiallahu ‘anhudimakamkan pula di tempat yang sama pada tahun 13 H, lalu Umar bin Khattab pada tahun 24 H.

Mimbar Nabi

Di antara keagungan dan keutamaan mimbar ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang bersumpah di dekatnya, barangsiapa bersumpah di dekat mimbar tersebut dia telah berdusta dan berdosa.

لَا يَحْلِفُ عِنْدَ هَذَا الْمِنْبَرِ عَبْدٌ وَلَا أَمَةٌ، عَلَى يَمِينٍ آثِمَةٍ، وَلَوْ عَلَى سِوَاكٍ رَطْبٍ، إِلَّا وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ

“Janganlah seorang budak laki-laki atau perempuan bersumpah di dekat mimbar tersebut. Bagi orang yang bersumpah, maka dia berdosa…” (HR. Ibnu Majah, Ahmad, dan Hakim)

Raudhah

Masjid Nabawi Hari Ini

 Keadaan Makam Nabi

Makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap kiblat kemudian di belakang beliau (dikatakan di belakang karena menghadap kiblat) terdapat makam Abu Bakar ash-Shiddiq dan posisi kepala Abu Bakar sejajar dengan bahu Nabi. Di belakang makam Abu Bakar terdapat makam Umar bin Khattab dan posisi kepala Umar sejajar dengan bahu Abu Bakar. Di zaman Nabi kamar beliau berdindingkan pelepah kurma yang dilapisi dengan bulu. Kemudian di zaman pemerintahan Umar bin Khattab dinding kamar ini diperbaiki dengan bangunan permanen.

20160330_131340 20160330_171356

Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi gubernur Madinah ia kembali merenovasi kamar tersebut, lebih baik dari sebelumnya. Setelah dinding tersebut roboh dan menyebabkan kaki Umar bin Khattab terlihat (kemungkinan roboh karena faktor alam sehingga tanah makam tergerus dan kaki Umar menjadi terlihat), Umar bin Abdul Aziz kembali membenahinya dengan bangunan batu hitam. Setelah itu diperbaiki lagi pada tahun 881 H.Subhanallahu, kejadian ini menunjukkan kebenaran sabda Nabi bahwa jasad seorang yang mati syahid itu tidak hancur. Umar bin Khattab syahid terbunuh ketika menunaikan shalat subuh.

Usaha Pencurian Jasad Nabi

Pertama, pencurian jasad Nabi di makamnya pertama kali dilakukan oleh seorang pimpinan Dinasti Ubaidiyah, al-hakim bi Amrillah (wafat 411 H). Ia memerintahkan seorang yang bernama Abu al-Futuh Hasan bin Ja’far. Al-Hakim memerintahkan Hasan bin Ja’far agar memindahkan jasad Nabi ke Mesir. Namun dalam perjalanan menuju Madinah angin yang kencang membinasakan kelompok Abu al-Futuh Hasan bin Ja’far.

20160331_164530

Kedua, gagal pada upaya pertamanya, al-Hakim bi Amrillah belum bertaubat dari makar yang ia lakukan. Ia memerintahkan sejumlah orang untuk melakukan percobaan kedua. Al-Hakim bi Amrillah mengirim sekelompok orang penggali kubur menuju Madinah. Orang-orang ini diperintahkan untuk menetap beberapa saat di daerah dekat Masjid Nabawi. Beberapa saat mengamati keadaan, mereka mulai melaksanakan aksinya dengan cara membuat terowongan bawah tanah. Setelah dekat dengan makam, orang-orang menyadari adanya cahaya dari bawah tanah, mereka pun berteriak “Ada yang menggali makam Nabi kita!!” Lalu orang-orang memerangi sekelompok penggali kubur ini dan gagallah upaya kedua dari al-Hakim bi Amrillah. Kedua kisah ini selengkapnya bisa dirujuk ke buku Wafa al-Wafa, 2: 653 oleh as-Samhudi.

20160331_095010

pASAR kURMA

Ketiga, upaya pencurian jasad Nabi kali ini dilakukan atas perintah raja-raja Nasrani Maroko pada tahun 557 H. saat itu Nuruddin az-Zanki adalah penguasa kaum muslimin di bawah Khalifah Abbasiyah. Dalam mimpinya Nuruddin az-Zanki bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau mengatakan “Selamatkan aku dari dua orang ini -Nabi menunjuk dua orang yang terlihat jelas wajah keduanya dalam mimpi tersebut-.” Nuruddin az-Zanki langsung berangkat menuju Madinah bersama dua puluh orang rombongannya dan membawa harta yang banyak. Setibanya di Madinah, orang-orang pun mendatanginya, setiap orang yang meminta kepadanya pasti akan dipenuhi kebuthannya.

ASAR RAUDAH

DALAM RAUDAH


ATAS RAUDAH 1

UKURAN DALAM MASJID NABAWI DAN BUMBUNG RAUDAH

Setelah 16 hari, hampir-hampir seluruh penduduk Madinah datang menemuinya, namun ia belum juga melihat dua orang yang ditunjuk oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpinya. Ia pun bertanya, “Adakah yang tersisa dari penduduk Madinah?” Masyarakat menjawab, “Ada, dua orang kaya yang sering berderma, mereka berasal dari Maroko.” Masyarakat menyebutkan tentang keshalehan keduanya, tentang shalatnya, dan apabila keduanya dipinta pasti memberi. Ternyata dua orang inilah yang dilihat az-Zanki dalam mimpinya dan keduanya sengaja tinggal sangat dekat dengan kamar Nabi. Az-Zanki menanyakan perihal kedatangan mereka ke Madinah. Keduanya menjawab mereka hendak menunaikan haji.

1



MUZIUM NAMA2 ALLAH

MUZIUM NAMA2 ALLAH

Az-Zanki menyelidiki dan mendatangi tempat tinggal mereka, ternyata rumah tersebut kosong. Saat ia mengelilingi tempat tinggal dua orang Maroko ini, ternyata ada sebuah tempat –semisal ruangan kecil- yang ada lubangnya dan berujung di kamar Nabi. Keduanya tertangkap ‘basah’ hendak mencuri jasad Nabi, keduanya pun dibunuh di ruang bawah kamar Nabi tersebut. Selengkapnya lihat Wafa al-Wafa 2: 648.

Keempat, upaya pencurian jasad Nabi oleh orang-orang Nasrani Syam. Orang-orang ini masuk ke wilayah Hijaz, lalu membunuh para peziarah kemudian membakar tempat-tempat ziarah. Setelah itu mereka mengatakan bahwa mereka ingin mengambil jasad Nabi di makamnya. Ketika jarak mereka denga kota Madinah tinggal menyisakan perjalanan satu hari, mereka bertemu dengan kaum muslimin yang mengejar mereka. Mereka pun dibunuh dan sebagiannya ditangkap oleh kaum muslimin (Rihlatu Ibnu Zubair, Hal: 31-32)

Amalan Bid’ah Terkait dengan Ziarah ke Masjid Nabawi

Sering dijumpai peziarah Masjid Nabawi mengusap-usap kamar Nabi ini, bahkan ada yang menciuminya dalam rangka mengharap berkah. Ibnu Taimiyah mengatakan, “Ulama telah sepakat, barangsiapa yang berziarah ke makam Nabi Muhammad atau ke makam nabi selain beliau atau makam orang-orang shaleh, makam sahabat, makamahlul bait, atau selain mereka, tidak boleh mengusap-usap atau menciumnya, bahkan tidak ada satu pun benda mati di dunia ini yang disyariatkan untuk dicium kecuali hajar aswad.” (Majmu’ Fatawa, 27:29)

TEMPAT BILAL AZAN DKLM MASJID NABAWI AZAN RAUDAH

BILAL YANG AZAN DI MASJID NABAWI


TUNGGU GILIR MASUK RAUDAH

TUNGGU GILIRAN UNTUK MASUK RAUDAH

Tidak boleh juga untuk thawaf mengelilingi kamar Nabi, thawaf adalah salah satu bentuk ibadah, dan tidak diperkenankan beribadah kecuali hanya kepada Allah. Ada juga dijumpai sebagian peziarah Masjid Nabawi yang bersujud mengarah ke makam Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, ini semua adalah ritual-ritual yang haram dilakukan ketika berziarah ke Masjid Nabawi.

Perluasan Masjid Nabawi

–          Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melebarkan Masjid Nabawi pada tahun ke-7 H, sepulangnya beliau dari Khaibar.

–          Pada zaman Umar bin Khattab, tahun 17 H, Masjid Nabawi kembali diperluas. Umar juga menambahkan sebuah tempat yang agak meninggi di luar masjid yang dinamakan batiha. Tempat ini digunakan oleh orang-orang yang hendak mengumumumkan suatu berita, membacakan syair, atau hal-hal lainnya yang tidak terkait syiar agama. Sengaja Umar membuatkan tempat ini untuk menjaga kemuliaan masjid.

–          Perluasan masjid di masa Utsman bin Affan tahun 29 H.

–          Perluasan masjid oleh Khalifah Umayyah, Walid bin Abdul Malik pada tahun 88-91 H.

–          Perluasan masjid oleh Khalifah Abbasiyah, al-Mahdi pada tahun 161-165 H.

–          Perluasan oleh al-Asyraf Qayitbay pada tahun 888 H.

–          Perluasan oleh Sultan Utsmani, Abdul Majid tahun 1265-1277 H.

–          Perluasan oleh Raja Arab Saudi, Abdul Aziz alu Su’ud tahun 1372-1375 H.

–          Perluasan oleh Khadimu al-Haramain asy-Syarifain, Fahd bin Abdul Aziz alu Su’ud tahun 1406-1414 H.

–          Perluasan masjid yang saat ini sedang berlangsung oleh Khadimu al-Haramain asy-Syarifain, Abdullah bin Abdul Aziz.

Masjid Nabawi

Mudah-mudahan sejarah singkat Masjid Nabawi ini semakin membangkitkan kecintaan kita kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabatnya, dan Masjid Nabawi itu sendiri. Semoga Allah senantiasa menjaga masjid ini dari orang-orang yang hendak melakukan keburukan, amin.

BUKIT UHUD.

Tidak ketinggalan sekiranya menjalankan ibadah umrah kita akan dibawa menziarah ketempat2 yang  berlaku peristiwa yang terjadi kepada Nabi kita Rasullallah  S.A.W.Peristiwa Perang uhud umpamanya..
KISAH PERANG UHUD.

Perang Uhud (Bahasa Arab: غزوة أحدĠazwat ‘Uḥud) berlaku pada hari Sabtu, 7 Syawal atau 11 Syawal tahun ketiga hijrah (26 Mac 625 M) antara tentera Islam dengan tentera kafir Quraisy.Perang Uhud adalah pelantar untuk orang Quraisy membalas dendam terhadap kekalahan mereka ketika Perang Badar. Dinamakan Perang Uhud kerana ia berlaku di sebuah tempat yang dikelilingi Bukit Uhud.

Pertempuran ini disertai 1,000 orang tentera Islam yang dipimpin oleh Nabi Muhammad s.a.w. menuju ke Uhud tetapi hanya 700 orang sahaja yang berjaya sampai ke medan Uhud. Hal ini kerana di pertengahan jalan seramai 300 orang telah berpatah balik ke Madinah setelah dihasut oleh Abdullah bin Ubai iaitu ketua orang munafiq. Tentera kafir Quraisy seramai 3,000 orang yang diketuai oleh Abu Sufyan ibni Harb.

UHUD 1


UHUD 2

Strategi Nabi Muhammad

Nabi Muhammad s.a.w. telah menyusun strategi dengan membahagikan tentera kepada tiga pasukan iaitu pasukan kanan dan kiri berhadapan melawan musuh. Manakala pasukan pemanah seramai 50 orang telah ditempatkan di atas bukit Uhud. Semua tentera pemanah tidak dibenarkan meninggalkan tempat masing-masing kecuali dengan arahan baginda sama ada kalah atau menang.

Peperangan

Peta pertempuran, menunjukkan kedudukan dan pergerakan Muslim dan Musyrikin

Pertempuran bermula dengan perang tanding antara kedua pihak yang dimenangi pihak Muslim. Kedua-dua pasukan tentera kemudian mula bertempur, dengan tentera Muslim berjaya menggoyahkan tentera musyrik Quraisy. Pasukan pemanah Muslim lalu turun dari Bukit Uhud apabila melihat tentera Quraisy lari meninggalkan medan perang. Mereka berebut-rebut mengambil harta rampasan perang yang ditinggalkan sehingga mereka lupa larangan Nabi Muhammad supaya tidak meninggalkan Uhud walau apapun yang berlaku.Namun hanya 14 orang pemanah yang beriman sahaja yang tinggal.

Apabila melihat tentera Islam turun dari Bukit Uhud, Khalid bin al-Walid ketua tentera berkuda Quraisy bertindak balas mengelilingi bukit dan melakukan serang hendap dari arah belakang. Dalam serangan tersebut, tentera Islam terkepung dan menjadi lemah kemudian tersebar khabar angin mengatakan Nabi Muhammad s.a.w. telah terbunuh. Keadaan ini menyebabkan tentera Islam menjadi kucar-kacir.

Walau bagaimanapun, Nabi Muhammad s.a.w. masih selamat dengan dilindungi beberapa orang sahabat. Dalam keadaan yang sangat genting itu, Ubai bin Khalaf menghampiri Nabi Muhammad untuk membunuh baginda. Nabi Muhammad sendiri mengambil sebatang tombak dan terus merejam leher Ubai bin Khalaf lalu membunuhnya. Beliau adalah satu-satunya orang yang dibunuh oleh Nabi Muhammad s.a.w. sepanjang hayatnya.[perlu rujukan] Beberapa orang sahabat telah terbunuh ketika bertindak melindungi Nabi Muhammad s.a.w. dengan membuat perisai, namun baginda mengalami luka pada muka, bibir , kedua-dua lutut , pipi dan patah giginya ketika terjatuh ke dalam perangkap yang digali oleh Abu Amar Al Rahab.

Selepas pertempuran hebat, kebanyakan tentera Muslim berjaya berundur ke Uhud di mana mereka berkumpul semula. Menaiki kuda, pasukan Quraisy gagal mendaki lereng bukit dan kehilangan kelebihan serangan mengejut mereka. Perang ini berakhir apabila Abu Sufyan membuat keputusan tidak mengejar lanjut tentera Muslim, mengisytiharkan kemenangan.


UHUD 3Tentera yang terbunuh

  • Bilangan tentera Islam yang terbunuh dalam peperangan ini kira-kira 70 orang manakala jumlah tentera Quraisy seramai 23 orang.
  • Bapa saudara nabi, Saidina Hamzah bin Abdul Muttalib telah mati terbunuh oleh seorang hamba bernama [Wahsyi]. [Wahsyi]telah membaling lembing lalu terkena tulang rusuk Saidina Hamzah.Selepas peperangan, Hindun telah merentap hatinya lalu mengunyahnya kemudian diluahkannya.
  • Nabi Muhammad berasa amat sedih dan memerintahkan agar semua yang mati syahid dikebumikan dengan pakaian yang mereka pakai ketika berperang.

UHUD 4

Penghayatan

Setelah pulang ke Madinah, tentera Muslim mendapat penangan yang hebat apabila diejek oleh Yahudi dan Munafik Madinah dengan mengatakan yang mereka pasti terselamat jika tidak bersama berperang. Peristiwa ini memberi pengajaran kepada para sahabat dan umat Islam seluruhnya kepentingan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, selain ketua yang dilantik.


  • Sumber: Islamstory.com
  • Perang Uhud :Wikipedia
  • Ditulis oleh Nurfitri Hadi
    Artikel KisahMuslim.com
  • Foto  by hazaldin.
  • copyright  by hazaldin