LAUT TERBELAH SELAMA 1 JAM@JINDO ISLAND

Pulau Jindo di Korea Selatan adalah tempat terjadinya salah satu fenomena alam yang paling luar biasa. Mereka menyebutnya dengan Moses Miracle atau Keajaiban Nabi Musa. Seperti diketahui keajaiban Nabi Musa yang terkenal adalah ketika ia, atas izin ALLAH Swt., membelah laut. Begitu pula yang terjadi pada fenomena ini. Dimana dua tahuan sekali, selama pasang surut, daratan sepanjang 2,8 kilometer dan lebar 40 meter muncul ditengah lautan. Kemunculan daratan itu kemudian menghubungkan dua pulau kecil yang biasanya terpisah, pulau Jindo dan pulau Modo selama satu jam. Setelah itu, kedua pulau itu kembali terpisah.

Keajaibpan nabi musa laut terbelah dua

Fenomena alam ini selalu disambut dengan sebuah festival yang berusia ratusan tahun, dimana untuk saat ini festival tersebut tidak hanya diadakan oleh penduduk setempat saja tapi juga orang-orang dari seluruh dunia ikut bergabung dalam festival tersebut. (Tempat yang cocok untuk jualan suvenir, kacang dang ngasongin rokok… tentunya kalo di Indonesia). Walaupun kejadian ini sudah berlangsung ratiusan tahun, Moses Miracle baru diketahui dunia pada tahun 1975 ketika seorang duta dari Prancis mengunjungi Korea Selatan dan menulis hal ini pada koran Prancis.

LAGENDA  JINDO  ISLAND

Menurut legenda, suatu saat penduduk sebuah desa di lembah Jindo diserang oleh macan dengan bulu dari api. Semua penduduk lari menyelamatkan diri menuju pulau diseberang dengan menggunakan perahu. Tapi, seorang nenek telah mereka lupakan. Akhirnya dalam keputus asaan, nenek tersebut berdoa kepada dewa laut yang kemudian membelah laut tersebut. Ketika nenek itu sampai dipulau seberang, laut itu kembali bersatu dan dewa laut menghukum penduduk yang melupakan nenek terebut. Nama nenek tersebut adalah Modo.

SEJARAH DAN MAKLUMAT  JINDO ISLAND

Jindo adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah barat daya Semenanjung Korea. Pulau ini merupakan pulau utama di Kabupaten Jindo, Provinsi Jeolla Selatan dan termasuk salah satu pulau besar Korea Selatan selain JejuGanghwa dan Geoje. Masyarakat yang mendiami pulau Jindo memiliki kebudayaan dan tradisi yang unik.

Sejarah

Karena letaknya yang jauh dari pusat kekuasaan, Jindo sejak lama dijadikan sebagai tempat pembuangan politik. Selain itu, karena kekayaan alamnya yang melimpah, pulau ini juga sering menjadi pusat pemberontakan atas penguasa di daratan Semenanjung Korea.

Tercatat sejak masa pertengahan Dinasti Goryeo, Jindo mulai menjadi tempat pembuangan. Pada saat itu putra Yi Ja-gyeom diasingkan karena perbuatan ayahnya. Yi Cha-gyeom adalah seorang pejabat istana yang memberontak terhadap pemerintahan Raja Injong.Pada masa Dinasti Joseon (1397-1910), Jindo lebih sering lagi dijadikan tempat pengasingan politik. Pada awal berdirinya Joseon, banyak tokoh-tokoh pejabat istana dan keturunan wangsa Goryeo yang diasingkan di Jindo. Beberapa orang berhasil kembali, namun yang lain meninggal karena dibunuh mata-mata dari istana.

Sebuah catatan yang dibuat oleh inspektur kerajaan dari propinsi Jeolla pada abad ke-18, menuliskan bahwa terlalu banyak orang yang dibuang di Jindo sehingga rakyat asli menjadi kesulitan pangan karena harus memberi mereka makan.

Sebagian besar orang buangan adalah anggota kerajaan yang berpendidikan atau bangsawan yang mengapresisasi kesenian. Karena ingin melupakan berbagai masalah yang dihadapi, sebagian besar menuangkan pikiran dalam tulisan dan lukisan. Rakyat asli pun menghibur orang-orang ini dengan nyanyian dan tarian mereka.

FestivalYeongdeungsal

Pulau Modo dimana selat sepanjang 2,3 km yang membelah kedua pulau akan mengering selama satu jam. Festival ini dinamakanYeongdeungsal atau Festival Jalur Laut Jindo. Festival ini diramaikan oleh puluhan ribu turis yang akan menyusuri jalur tersebut dan mengumpulkan berbagai jenis makanan laut yang terdampar di jalur itu. Festival ini diramaikan pula dengan tari-tarian dan nyanyian tradisional khas Jindo.

Ssitgim-gut

Ssitgim-gut adalah ritual shamanisme yang dilaksanakan oleh masyarakat Jindo. Ritual ini dilakukan untuk menghubungkan alam manusia dengan orang mati. Ssitgim-gut dipercaya dapat mengantarkan jiwa orang yang sudah meninggal menuju surga dan membersihkan semua keinginannya yang masih tersisa di dunia. Ritual ini dipimpin oleh seorang dukun wanita yang dinamakan mudang. Ia akan mengalami kerasukan roh dan menjadi perantara untuk mengutarakan pesan-pesan orang yang sudah meninggal tersebut.

Flora dan Fauna/Anjing Jindo

Anjing Jindo

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Anjing Jindo

Anjing Jindo adalah anjing ras asal Jindo yang merupakan jenis anjing yang paling populer di Korea. Anjing Jindo awalnya dibiakkan untuk berburu babi hutankelinciluak dan rusa. Karakternya yang menonjol adalah kesetiaan dan sangat patuh pada majikannya, selain itu dikenal pula dengan sifatnya yang cerdas. Anjing Jindo dapat membawa hasil buruan langsung kepada pemiliknya. Pemerintah Korea Selatan melindungi anjing Jindo sebagai hewan endemis Korea. Ukuran tubuhnya tampak serupa dengan Shiba Inu dan Akita Inu.

 

888888888888888888888888888888888888888888888888888888888888

  • Artikal dari wikipedia
  • blog2 awam dan google.
  • dibawa ke blog topography explorer @Jupem
  • oleh hazaldin

Copyright 20jan11


Advertisements

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s